Soal:
Bagaimana menyikapi perbedaan mazhab di antara sesama Muslim? Sejauh manakah perbedaan mazhab yang dibenarkan, dan tidak? Lanjut Baca »
Soal:
Bagaimana menyikapi perbedaan mazhab di antara sesama Muslim? Sejauh manakah perbedaan mazhab yang dibenarkan, dan tidak? Lanjut Baca »
Ditulis dalam Soal Jawab | Leave a Comment »
Soal:
Benarkah sistem Khilafah hanyalah hasil ijtihad para Sahabat? Benarkah Khilafah tidak pernah dinyatakan dalam nash syariah? Benarkah sistem Khilafah akan menyebabkan disintegrasi dalam keragaman agama? Lanjut Baca »
Ditulis dalam Soal Jawab | Leave a Comment »
Soal:
Apa perbedaan hibah, sedekah dan wakaf? Apakah hukum harta hibah yang diberikan oleh negara, perusahaan atau organisasi sama dengan hukum hibah dari pribadi? Lanjut Baca »
Ditulis dalam Soal Jawab | Leave a Comment »
Soal:
Sebuah perusahaan perdagangan produk kesehatan melakukan muamalah dengan pelanggannya sebagai berikut: Jika pelanggannya membeli produk kesehatan darinya maka pelanggan itu memiliki hak untuk mendapatkan komisi dari dua orang pembeli yang dia ajak kepada perusahaan. Berikutnya, kedua orang yang diajak itu—dengan sekadar membeli produk kesehatan dari perusahaan—masing-masing juga memiliki hak untuk mengajak dua orang lagi dan berhak mendapatkan komisi dari dua orang yang diajak. Karena digabungkan kepada hak pembeli pertama maka dia pun mendapatkan komisi jaringan dari empat orang yang diajak oleh dua orang; yang keduanya itu diajak oleh pembeli pertama. Demikian seterusnya. Apakah hal itu dibolehkan? Lanjut Baca »
Ditulis dalam Soal Jawab | Leave a Comment »
Soal: Di tengah-tengah masyarakat kita saat ini banyak terdapat kelompok-kelompok keagamaan, yang sebagiannya dipandang sempalan dan sesat. Bagaimana sesungguhnya Islam menyikapi persoalan ini? Lanjut Baca »
Ditulis dalam Soal Jawab | Leave a Comment »
Pengantar
Klaim bahwa Abu Hanifah an-Nu’man (80-150 H/700-768 M) liberal sebenarnya tidak dapat dilepaskan dari konteks metodologi dan hasil ijtihad beliau yang dikenal sebagai fuqaha’ (ahli fikih) ahl ar-ra’y, yang ketika itu memang menjadi fenomena fuqaha’ Kufah. Akan tetapi, apakah memang benar bahwa Imam Abu Hanifah liberal? Lanjut Baca »
Ditulis dalam Pemikiran | Leave a Comment »